SMGR Gaspol! Penjualan Januari 2026 Melesat +11,7% YoY, Bikin Investor Ngiler!
Woy, para investor kece badai! Udah pada tau belom nih kabar terbaru dari emiten semen paling hits se-Indonesia Raya, Semen Indonesia alias SMGR? Kali ini, data penjualan di Januari 2026 bikin mata melotot lho! Angkanya tuh, gila-gilaan naiknya, bikin kita semua wajib pantengin terus saham satu ini.
Volume Penjualan SMGR: Naik Gila, Libas Pasar Nasional!
Nih, dengerin baik-baik ya! Perusahaan sekelas SMGR di Januari 2026 kemarin berhasil catat volume penjualan semen tumbuh +11,7% secara Year-on-Year (YoY). Padahal, kalo kita intip bulan sebelumnya, ada kontraksi -5,6% MoM. Tapi, jangan salah, ini tetep oke banget mengingat Januari 2025 lalu SMGR masih minus -7% YoY.
Yang lebih bikin salut, pertumbuhan SMGR ini lebih tinggi dari permintaan nasional yang cuma di level +11% YoY. Jadi, bisa dibilang SMGR ini performanya lagi di atas rata-rata pasar, cuy!
Domestik Auto Ngacir, Kontribusi Terbesar dari Sini!
Fokus ke pasar domestik di Indonesia, SMGR bener-bener gak main-main. Volume penjualan di dalam negeri sukses naik +13,7% YoY di Januari 2026. Ini jauh lebih keren daripada Januari 2025 yang masih minus -8,3% YoY. Keliatan banget kan, pasar lokal lagi bergairah dan SMGR pinter banget manfaatin momen ini!
Semen Kantong Jadi Primadona, Curah Gimana Nih?
Kalo kita bedah lagi lebih detail, ada yang menarik dari segmentasi penjualannya:
- Semen kantong alias bagged cement, ini dia yang jadi jawara! Penjualannya melonjak +19,9% di Januari 2026. Wah, para kontraktor proyek kecil atau ritel lagi pada borong nih!
- Nah, untuk semen curah alias bulk cement, agak sedikit loyo nih. Angkanya turun -2,4% YoY. Mungkin karena proyek-proyek besar yang pake semen curah lagi sedikit kalem di awal tahun.
Gimana, guys? Data penjualan SMGR ini bener-bener nunjukkin kalo performa perusahaan lagi on-fire di awal tahun. Dengan pertumbuhan volume yang solid, khususnya di pasar domestik dan segmen semen kantong, SMGR patut jadi perhatian serius buat portofolio investasi kamu. Tapi inget ya, tetap lakukan riset sendiri dan sesuaikan dengan strategi investasi lu!

