Berita Korporasi

Suntik Energi Baru! FUTR Tunjuk Dirut Baru, Kucurkan USD 120 Juta untuk Panas Bumi Purwokerto

Pergerakan strategis signifikan terjadi di tubuh emiten energi terbarukan, PT Futura Energi Global Tbk (FUTR). Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar Senin lalu (10/11) telah menyetujui perombakan direksi dan komisaris, menandai babak baru bagi perusahaan. Keputusan ini bukan sekadar pergantian pucuk pimpinan, melainkan fondasi untuk akselerasi proyek-proyek energi terbarukan ambisius yang siap melahirkan nilai tambah bagi investor.

Manajemen Baru, Visi Progresif untuk FUTR

Dalam RUPS tersebut, pemegang saham menyepakati pengangkatan tokoh-tokoh kunci yang diharapkan membawa angin segar bagi FUTR:

  • Anggara Suryawan resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama, menggantikan Tonny Agus Mulyantono. Penunjukan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk membawa energi dan fokus baru pada eksekusi proyek.
  • Tak hanya itu, pengalaman luas juga dihadirkan di jajaran komisaris. Jenderal Polisi (Purn) Sutanto kini menjabat sebagai Komisaris Utama, sementara Harry Maryanto Supoyo melengkapi komposisi sebagai Komisaris. Perombakan direksi dan komisaris ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperkuat tata kelola dan kapabilitas manajerial.

Fokus Proyek Energi Terbarukan: Mesin Pertumbuhan FUTR

Di bawah kepemimpinan baru, FUTR siap menggeber sejumlah proyek strategis yang berpotensi menjadi lokomotif pertumbuhan kinerja perusahaan di masa mendatang. Anggara Suryawan sendiri menegaskan fokus perusahaan pada pengembangan energi hijau, khususnya panas bumi dan tenaga surya.

Gebrakan Geothermal Purwokerto: Investasi Jumbo di Jantung Jawa

Salah satu agenda utama FUTR adalah reaktivasi eksplorasi panas bumi yang dijadwalkan akan dimulai pada kuartal pertama tahun 2026 (1Q26). Proyek ambisius ini akan berlokasi di Purwokerto, Jawa Tengah, dengan target pengembangan kapasitas awal sebesar 30 MW.

  • Estimasi investasi untuk fase awal ini mencapai angka yang signifikan, yakni USD 120 juta.
  • FUTR menargetkan proses pengeboran dapat dimulai pada akhir tahun 2026, setelah rampungnya studi kelayakan (feasibility study) dan persiapan teknis yang matang.

Langkah ini menempatkan FUTR di garis depan upaya Indonesia dalam memanfaatkan potensi energi panas bumi yang melimpah, sekaligus mendukung target bauran energi nasional.

Ekspansi ke PLTS Terapung Bali: Inovasi di Pulau Dewata

Tidak berhenti pada panas bumi, FUTR juga merencanakan diversifikasi portofolio energi terbarukan melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung. Proyek inovatif ini akan dieksekusi di kawasan Danau Nusa Dua, Bali, dan direncanakan mulai berjalan pada kuartal kedua tahun 2026 (2Q26).

Pengembangan PLTS terapung di Bali menunjukkan adaptasi FUTR terhadap kebutuhan energi lokal yang ramah lingkungan, sekaligus menjadi contoh solusi energi terbarukan di destinasi pariwisata terkemuka.

Prospek dan Implikasi Bagi Investor FUTR

Dengan komposisi manajemen yang baru dan roadmap proyek yang jelas di sektor energi terbarukan, FUTR berpotensi menarik sentimen positif dari investor. Investasi yang digelontorkan untuk panas bumi Purwokerto dan PLTS terapung Nusa Dua bukan hanya menunjukkan keseriusan, tetapi juga potensi peningkatan pendapatan dan profitabilitas dalam jangka panjang.

Bagi investor yang mencari eksposur pada sektor energi terbarukan dengan prospek pertumbuhan kuat, pergerakan strategis FUTR ini layak untuk dicermati secara seksama. Keberhasilan eksekusi proyek-proyek ini akan menjadi kunci utama dalam mendorong valuasi dan kinerja saham FUTR ke level yang lebih tinggi.

Singkatnya, Futura Energi Global (FUTR) sedang menyiapkan fondasi yang kokoh untuk masa depan energi Indonesia. Dengan kepemimpinan baru dan proyek-proyek strategis yang siap digarap, perusahaan ini berambisi menjadi pemain kunci dalam transisi energi hijau nasional.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x