TBIG Makin Gahar! Laba Bersih Meroket di 4Q25, Cek Prospek Sahamnya!
Bersiaplah buat para investor dan trader! Tower Bersama Infrastructure (TBIG) baru aja rilis laporan keuangan yang bikin mata melotot. Kinerja keuangan TBIG di kuartal terakhir 2025 (4Q25) nunjukkin angka-angka yang lumayan menggoda, terutama di sisi laba bersih. Gimana detailnya? Yuk, kita bedah bareng!
Laba Bersih: Cuan Melejit, Margin Kinclong!
Kabar paling gokil datang dari laba bersih TBIG. Di 4Q25, mereka berhasil cetak laba bersih sekitar Rp318 M. Angka ini naik 64% YoY alias ngebut banget dibanding tahun lalu, dan juga naik 11% QoQ. Peningkatan signifikan ini bikin laba bersih TBIG sepanjang tahun 2025 tembus ~Rp1,4 T, naik 5% YoY.
- Lonjakan laba bersih 4Q25 ini ternyata didorong oleh penurunan beban keuangan dan juga beban pajak final. Efisiensi gini yang bikin cuan TBIG makin berasa.
- Alhasil, margin laba bersih di 4Q25 ikut meroket ke 18,2%! Bandingin sama 4Q24 yang cuma 11,1% atau 3Q25 di 16,7%. Kinclong banget kan?
- Angka laba bersih setahun penuh ini juga udah sesuai ekspektasi para analis, nyentuh 99% dari estimasi konsensus 2025. Jadi, TBIG nggak bikin kaget yang negatif.
Pendapatan: Tower Kokoh, Fiber Ngebut!
Gimana dengan pendapatan TBIG? Ternyata di 4Q25, pendapatannya stabil di sekitar Rp1,7 T, nggak banyak berubah dari tahun sebelumnya (+0% YoY) tapi naik tipis 2% QoQ. Jadi, total pendapatan sepanjang 2025 naik 1% YoY mencapai Rp6,9 T. Angka ini juga udah 99% sesuai estimasi konsensus.
- Sektor telco tower sebagai tulang punggung TBIG memang sedikit melambat, dengan penurunan pendapatan -1% YoY jadi ~Rp6,2 T di 2025.
- Tapi, jangan salah! Segmen fiber optic justru ngebut abis, tumbuh 15% YoY dan menyumbang Rp640 M. Ini nunjukkin diversifikasi bisnis TBIG mulai membuahkan hasil.
Efisiensi Operasional: Tetep Strong!
Yang bikin salut, meskipun pendapatan nggak terlalu ngebut, TBIG tetap bisa jaga efisiensi. Beban pokok pendapatan selama 2025 itu stabil banget. Artinya, pengeluaran buat operasional relatif terkontrol.
- Berkat itu, laba kotor TBIG di 2025 masih bisa tumbuh +1% YoY. Margin laba kotor juga konsisten di 71,8%. Mantap!
- Secara operasional, laba usaha di 4Q25 naik jadi ~Rp1,1 T (+1% YoY, +2% QoQ). Buat setahun penuh 2025, laba usaha juga naik +1% YoY, dengan margin laba usaha yang tetap stabil di 62,9%.
Kesimpulan: Prospek TBIG Gimana Nih?
Dari data-data di atas, terlihat jelas kalau TBIG ini bukan kaleng-kaleng dalam mengelola bisnisnya. Meski pendapatan dari menara telekomunikasi sedikit stagnan, pertumbuhan di segmen fiber optic dan pengelolaan beban yang efisien jadi kunci utama. Ini bikin saham TBIG layak masuk radar investor yang cari kestabilan dengan potensi pertumbuhan dari sektor digital.
Laporan keuangan yang sesuai ekspektasi konsensus ini juga jadi sinyal positif. Jadi, buat lu yang lagi lirik-lirik TBIG, sepertinya perusahaan ini tetap kuat menghadapi tantangan!

