Review Saham

Geger! Saham DEWA: Buyback Gede-Gedean, Harga Masih Nyungsep? Siapa yang Bikin Salah Harga Ini, Bos?

Halo, Sobat Cuan! Lagi pada nengok saham apa nih? Kali ini, kita mau ngulik saham yang lagi jadi omongan di tongkrongan investor jalanan, yaitu DEWA. Harga sekarang di kisaran 500-an, padahal bos-bos manajemennya dulu nyerok di 600-an. Nah loh, kok bisa beda jauh gitu? Siapa yang bikin salah harga ini, bang? Mari kita bedah bareng, biar makin pede ngambil keputusan!

Buyback Jalan Terus, Amunisi Masih Banyak!

Nggak kaleng-kaleng, manajemen DEWA ini beneran serius jaga harga sahamnya. Mereka udah nyiapin dana buyback fantastis sampai 950 miliar rupiah! Gila, duit segitu banyak, bos. Dari jumlah itu, sekitar 675 miliar udah dipake buat nyerok saham di pasar.

Artinya apa? Masih ada sisa amunisi sekitar 275 miliar rupiah lagi yang siap ditembak buat buyback. Data resmi bilang, bulan Januari kemarin mereka beli di rentang harga 555 sampai 655. Logikanya, kalau manajemen aja masih percaya di harga segitu murah, berarti mereka pede banget sama masa depan DEWA, kan? Tapi kok sekarang harga di 500-an, setelah sempet nyungsep ke 460? Ini yang bikin kita penasaran, cuy!

Biar makin jelas, simak juga panduan terkait di sini: Video Analisis Saham DEWA

Bedah Fundamental DEWA: PE Gila, tapi Laba Melesat!

Sekarang kita masuk ke dapur fundamentalnya, bro. Kalau kita intip PE (Price to Earning) rasionya, angkanya bikin mata melotot: 98x! Parah, ini tinggi banget, bikin sebagian investor mungkin langsung mundur teratur. Tapi, jangan panik dulu! Ada data yang nggak kalah gokil:

  • Laba DEWA tumbuh lebih dari 190%! Ini angka pertumbuhan yang bikin ngiler, kan?
  • Dan yang paling penting, PEG (Price to Earning Growth) rasionya cuma 0,08. Ini angka yang bisa jadi sinyal kalau DEWA ini hidden gem, lho!
  • Soal utang, aman terkendali. DER (Debt to Equity Ratio) di angka 0,61, alias masih sehat dan nggak bikin kita deg-degan.

Tapiii, ada tapinya nih. Aliran kas atau cash flow tahunan DEWA masih minus. Ini gara-gara mereka gencar banget investasi alias capital expenditure yang butuh dana gede. Jadi, strategi buyback manajemen kemungkinan besar buat jaga harga, sambil nunggu laba perusahaan makin ngebut dan ngejar valuasi PE-nya. Mereka nggak mau sahamnya nyungsep pas lagi banyak proyek, gitu lho, gaes.

Penerawangan Jamet Cuan: Potensi & Risiko ke Depan

Kalau menurut penerawangan jamet kita, area 480-500 itu kelihatan kayak support kuat buat saham DEWA. Kalau harga jatuh ke bawah 500, bukan nggak mungkin sisa dana buyback 275 miliar itu bakal disikat habis buat nyerok lagi, cuy! Ini bisa jadi peluang buat harga rebound.

Kalau ke depannya DEWA bisa konsisten menjaga pertumbuhan laba di atas 100% per tahun, bukan mustahil harga DEWA bisa melesat ke 900-1000. Ini masuk akal, bang, melihat potensi bisnis dan upaya manajemen. Tapi ingat, risiko utama masih ada di Free Cash Flow tahunan yang masih negatif. Ini yang perlu dicermati.

Disclaimer: Ini bukan rekomendasi investasi ya, bos! Ini cuma catatan jamet yang lagi ngeliatin DEWA. Manajemennya aja lebih pede sama saham ini dibanding kebanyakan ritel. Jadi, kalau nanti malah nyungsep, ya sudah, kita bareng-bareng ketawain aja manajemennya! Hahaha.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x