Defisit Anggaran? Belum Jadi Bahasan Utama, Cuy!
Gengs, ada kabar gokil dari Senayan nih! Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Keuangan Negara lewat skema Omnibus Law akhirnya digas pol. Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, pada Senin (25/5) lalu, udah konfirmasi langsung. Ini bukan sekadar wacana, tapi langkah serius buat keuangan negara kita ke depan. Pastinya, lu wajib kepoin nih detailnya!
Pasti pada penasaran kan, apakah RUU ini bakal ngoprek limit defisit anggaran 3% dari PDB? Santai dulu, bestie! Misbakhun negasin kalo urusan defisit ini belum masuk agenda pembahasan. Jadi, fokusnya bukan ke situ dulu ya!
Harmonisasi Aturan: Biar Makin Sat Set, Bareng Danantara!
Nah, tujuan utama Omnibus Law ini itu buat harmonisasiin beberapa UU yang kena dampak dari pembentukan Danantara. Ini gokil sih, banyak banget UU yang bakal dirapihin, antara lain:
- UU Keuangan Negara
- UU Perbendaharaan Negara
- UU Kekayaan Negara yang Dipisahkan
- UU Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
Tujuannya jelas, biar sistem keuangan negara kita makin solid dan sesuai zaman!
Danantara: Pemain Kunci di BUMN, Dividen Auto Berubah Status!
Siapa sih Danantara ini? Dia bakal jadi pemegang saham negara di BUMN, menggantikan posisi Kementerian Keuangan yang selama ini ngurusin. Efeknya? Dividen BUMN yang tadinya masuk kategori Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bakal auto berubah statusnya, nggak lagi dianggap sebagai PNBP. Ini perubahan fundamental banget, lho!
Target DPR: Kelar Tahun Ini Sebelum APBN 2027 Berlaku!
DPR sendiri pasang target tinggi, cuy. Mereka pengen RUU Omnibus Law Keuangan Negara ini bisa kelar tahun ini juga, sebelum APBN 2027 mulai berlaku. Mantap jiwa kan? Artinya, mereka serius banget ngebut biar aturan main keuangan negara kita makin jelas dan efisien. Mari kita pantau terus!
