Berita Korporasi

DEWA: Laba Bersih Meledak Rp4,3 Triliun di 2025, Efek Akuisisi GMR Bikin Melongo!

Gila, Bro! PT Darma Henwa Tbk (DEWA) bener-bener bikin investor kaget. Laporan keuangan terbarunya nunjukkin laba bersih yang gokil banget, sampai Rp4,3 triliun sepanjang 2025! Bandingin aja sama tahun sebelumnya yang cuma Rp55 miliar. Ini sih udah jauh di atas ekspektasi konsensus, bahkan sampe 1.324%! Udah kayak dapet jackpot, kan?

Laba Bersih DEWA Meledak, Apa Rahasianya?

Negative Goodwill: Cuan Instan dari Akuisisi Gayo Mineral Resources (GMR)!

Kenaikan laba bersih yang parah ini punya jagoan utamanya: pengakuan negative goodwill dari akuisisi PT Gayo Mineral Resources (GMR) senilai Rp4,5 triliun. Jadi gini, DEWA rampungin akuisisi 99,75% saham GMR di November 2025. Uniknya, nggak pake kas tambahan di 2025 karena udah dicatat sebagai uang muka investasi dari 2024.

Efeknya, muncul negative goodwill ini. Angkanya Rp4,5 triliun, tercatat di akun “pendapatan lain-lain” sebesar Rp3,7 triliun. Ini dateng dari selisih nilai wajar aset GMR yang Rp6,7 triliun dengan biaya akuisisi cuma Rp844 miliar, ditambah pos lain. GMR sendiri itu operator tambang emas dan tembaga di Aceh yang masih di tahap eksplorasi, punya aset eksplorasi senilai Rp7 triliun. Jadi, mantul banget kan kesepakatannya?

Meski ada cuan gede, DEWA juga sempet nanggung beberapa kerugian, kayak penghapusan piutang dan persediaan, plus penjualan aset tetap, total sekitar Rp724 miliar. Belum lagi, DEWA kehilangan kendali atas PT Dire Pratama (bisnis pelabuhan) di November 2025, rugi Rp82 miliar. Tapi semua itu ketutup sama negative goodwill tadi.

Core Profit DEWA Ikut Melesat, Margin Makin Josss!

Efisiensi Bikin Margin Laba Kotor DEWA Makin Kinclong!

Nggak cuma laba bersih, core profit DEWA juga naik signifikan jadi Rp573 miliar di 2025, dibanding Rp65 miliar di 2024. Ini bukti kalau kinerja operasional DEWA makin sehat. Kenapa? Karena margin laba kotornya ekspansi jadi 15,1% di 2025, naik dari 7,3% di 2024. Di kuartal IV 2025 aja udah 16,6%!

Kenaikan margin ini didukung sama peningkatan pendapatan DEWA yang naik 6% YoY di 2025, sejalan ekspektasi. Volume material yang dipindah juga ikutan naik 3% YoY sepanjang 2025. Plus, DEWA berhasil menekan beban subkontraktor sampai -37% YoY di 2025. Ini nunjukkin strategi perusahaan buat lebih banyak ngerjain sendiri (in-house) itu berhasil banget bikin efisien.

DEWA Juga Dapat Manfaat Pajak, Lengkap Sudah!

Bonusnya, DEWA juga catat manfaat pajak penghasilan bersih sebesar Rp93 miliar di 2025. Ini dari adanya pajak tangguhan Rp120 miliar. Jadi, bukan cuma dari operasional dan akuisisi, tapi dari sisi pajak pun DEWA dapet angin segar. Ciamik pol, kan?

Gimana menurut lu, Bro? Kinerja DEWA ini beneran bikin penasaran buat terus dikulik, nih!

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x