EMAS Makin Kinclong? Merdeka Gold Resources (EMAS) Gaspol Listing HDR di Hong Kong!
Gaes, ada kabar seru nih dari Merdeka Gold Resources (EMAS)! Perusahaan tambang emas ini lagi bikin gebrakan dengan menawarkan Hong Kong Depositary Receipts (HDR) di bursa efek Hong Kong. Aksi korporasi ini jelas menarik perhatian investor, lho.
Harga Penawaran HDR EMAS: Diskon atau Tetap Cuan?
Menurut klarifikasi EMAS ke BEI, harga maksimal penawaran HDR ini di HKEX dipatok HK$26,6 per HDR. Kalau dikonversi, itu sekitar Rp6.118 per saham. Gimana menurut lu?
- Harga ini mencerminkan diskon sekitar 10% dibanding harga saham EMAS di BEI per Rabu (24/6). Jadi, buat investor yang ngarep harga lebih miring, bisa jadi ini kesempatan.
- Tapi, buat yang udah invest dari awal, ini kabar bahagia! Harga HDR tersebut masih premium gila-gilaan, +112% di atas harga IPO EMAS di September 2025 lalu yang cuma Rp2.880 per saham. Mantap jiwa!
Skema Aksi Korporasi EMAS: Bukan Buat Dana Segar Perusahaan
Dalam aksi korporasi ini, EMAS menawarkan 89,7 juta HDR. Perlu lu tahu nih, setiap 1 HDR itu mewakili 10 saham EMAS. Yang menarik, underlying HDR ini seluruhnya berasal dari penjualan saham milik pemegang saham lama. Jadi, ini bukan penerbitan saham baru, ya.
Artinya apa? Ini penting: perusahaan tidak menerima dana hasil penawaran ini. Cuan-nya masuk langsung ke kantong pemegang saham penjual. Paham kan?
Siapa Saja Investor Kakap yang Ikut Nimbrung?
Nggak kaleng-kaleng, sekitar 50% dari HDR yang ditawarkan itu udah dikunci sama investor gede kayak:
- Glencore
- Trafigura
- Mercuria
- Ping An
- ORIX
Total ada 12 pemegang saham penjual yang terlibat. Mereka awalnya genggam 18,8% saham EMAS, dan kini melepas 6,1% di antaranya lewat skema HDR ini.
Dampak ke Kapitalisasi Pasar EMAS di BEI
Mungkin lu mikir, apa dampaknya ke saham EMAS yang udah ada di BEI? Tenang aja, gaes. Karena sekitar 94% sisa saham EMAS tetap dinilai dengan harga di BEI, kapitalisasi pasar EMAS saat pencatatan HDR (sekitar HK$44,4 miliar atau Rp102,2 triliun) praktis bakal setara sama kapitalisasi pasar di BEI saat ini (sekitar Rp101,6 triliun). Jadi, secara total, valuasinya tetap solid.

