Kabar Pasar

Harga Aluminium Terbang Tinggi: Gegara Konflik & Pasokan Mampet, Begini Penjelasannya!

Gaes, lu wajib banget pantengin pergerakan harga komoditas yang satu ini! Pasalnya, harga aluminium lagi beneran ngegas parah. Bayangin aja, per Kamis (5/3), harga aluminium udah nangkring di US$3.296/ton. Ini bukan kaleng-kaleng, lho! Sejak konflik AS-Iran memanas di 28 Februari 2026, harganya langsung melonjak +5%. Kalau dihitung dari awal tahun (YTD), kenaikannya udah tembus +10%!

Kenapa Harga Aluminium Bisa Ngegas Parah Gini, Bro?

Nah, kenaikan harga aluminium yang signifikan ini bukan tanpa sebab. Ada dua biang kerok utama yang bikin pasokan di pasar global jadi seret, dan ini langsung nyentil harga sampai terbang tinggi. Yuk, kita bedah satu per satu:

Alba: Isu Pengiriman di Selat Hormuz Bikin Was-Was

Yang pertama, ada Aluminium Bahrain (Alba). Ini bukan produsen kaleng-kaleng, gaes. Mereka punya smelter aluminium paling gede di luar China. Eh, tapi tiba-tiba Alba ngumumin penghentian pengiriman dan menyatakan force majeure. Kenapa? Gara-gara jalur pelayaran di Selat Hormuz yang lagi kacau balau.

Buat lu yang belum tahu, Selat Hormuz itu penting banget. Sekitar 9% dari total produksi aluminium global itu lewat situ. Jadi, kalau ada gangguan di sana, wajar banget kalau bikin pasar langsung panik dan harga aluminium auto naik.

Qatalum: Pasokan Gas Putus, Produksi Mampet Total!

Biang kerok kedua datang dari Qatalum. Produsen ini juga enggak kalah penting. Qatalum terpaksa menghentikan operasi smelternya di Qatar. Penyebabnya simple tapi nyesek: pasokan gas mereka terputus!

Kondisinya bahkan diperkirakan makin parah. Diperkirakan, penghentian total operasi bakal kejadian akhir Maret nanti, dan paling ngeri, estimasi waktu pemulihannya bisa sampai 6-12 bulan. Kebayang kan gimana dampaknya ke ketersediaan aluminium global kalau produsen segede ini mampet gitu aja?

Impact-nya Gimana, Gaes? Investasi Komoditas Aluminium Makin Seksi?

Dengan dua insiden gede ini, jelas banget pasokan aluminium di pasar global lagi terancam. Ketika pasokan berkurang sementara permintaan tetap atau bahkan meningkat, ya sudah pasti harga bakal terus merangkak naik. Ini jadi sinyal kuat buat para investor yang ngincer komoditas logam dasar.

Situasi ini juga nunjukkin betapa rapuhnya rantai pasok global terhadap konflik geopolitik dan gangguan regional. Jadi, buat lu yang lagi lirik-lirik investasi aluminium atau komoditas lain, wajib banget nih terus update info dan siap-siap sama volatilitasnya.

Tetap inget ya, investasi selalu ada risikonya. Jadi, sebelum memutuskan, riset dulu yang matang dan pahami betul kondisinya!

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x