Kabar Pasar

IHSG Ngegas, Rupiah Perkasa: Efek Minyak Turun & Drama Danantara Bikin Pasar Melek!

Pasar finansial Indonesia lagi heboh, cuy! Jumat (12/6) kemarin, IHSG langsung tancap gas naik +2,1%. Nggak cuma itu, nilai tukar Rupiah juga ikutan perkasa, nguat +0,7% sampai sentuh level Rp17.870 per Dolar AS. Mantul, kan? Ada dua hal yang bikin pasar kesengsem gini: harga minyak dunia anjlok dan klarifikasi dari PT Danantara Sumberdaya Indonesia yang bikin investor penasaran.

Harga Minyak Turun Drastis, Rupiah Santuy Berkat Kesepakatan AS-Iran?

Kabar gembira datang dari pasar energi, guys. Harga minyak mentah Brent tiba-tiba terjun bebas -4,1% pada Jumat kemarin, nangkring di sekitar ~US$86,7 per barel. Kenapa kok bisa gitu? Rupanya, ada angin segar soal kesepakatan damai antara Amerika Serikat sama Iran.

Informasi yang beredar, AS dan Iran dikabarkan makin deket buat tanda tangan perjanjian. Tujuannya apalagi kalo bukan buka lagi Selat Hormuz yang strategis itu, sebelum pertemuan Group of Seven (G7) tanggal 15-17 Juni 2026 nanti. Pejabat G7 yang nggak mau disebut namanya bilang ke Bloomberg, Iran udah kasih sinyal positif kalau kesepakatan ini bakal kejadian, meskipun mungkin masih dalam bentuk nota kesepahaman aja, belum perjanjian final. Tetep aja bikin pasar hepi, kan?

Drama Danantara: Pengawas Ekspor atau Ada Udang di Balik Batu?

Nah, ini dia yang bikin drama di pasar domestik. Beberapa waktu lalu, santer kabar soal PT Danantara Sumberdaya Indonesia yang bakal jadi pemain tunggal di ekspor komoditas strategis. Tapi, COO Danantara, Dony Oskaria, langsung kasih klarifikasi pada Kamis (11/6).

Dony bilang, PT Danantara Sumberdaya Indonesia itu cuma bakal jadi pengawas transaksi ekspor doang, tujuannya biar nggak ada under-invoicing. Dia negasin, “kami tidak mengambil barang (produsen) dan menjadi broker yang kemudian menjualnya.” Dalam pernyataan lain, mereka juga konfirmasi bakal jadi perantara tunggal mulai 1 Januari 2027, tapi sekali lagi, bukan sebagai trader yang ambil untung dari jual-beli barang. Ini penting banget, lho, buat ngurangin kekhawatiran pelaku pasar!

Fitch Warning: Eksportir Komoditas Auto Kena Risiko Gede?

Di tengah klarifikasi Danantara, Fitch Ratings ikutan bersuara. Mereka bilang, eksportir komoditas Indonesia bisa jadi bakal hadapi risiko kredit yang lebih tinggi. Kenapa? Gara-gara Peraturan Pemerintah No. 24/2026 yang kasih wewenang ke PT Danantara Sumberdaya Indonesia buat nentuin harga jual ekspor dan marginnya per 1 Januari 2027.

Fitch khawatir, aturan ini bisa bikin fleksibilitas penetapan harga ngilang, kontrol atas hasil ekspor berkurang, dan waktu pembayaran piutang jadi panjang. Belum lagi potensi hambatan logistik dan administrasi pas masa transisi. Tapi tenang, mereka juga nambahin, dampak risiko ini mungkin lebih gampang diatasi buat perusahaan yang neraca keuangannya kuat atau udah diversifikasi bisnisnya. Jadi, nasib sektor pertambangan dan perkebunan Indonesia ke depan ini bakal sangat bergantung gimana kebijakan ini diimplementasiin. Kita pantau terus, ya!

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x