Berita Korporasi

INTP: Penjualan Indocement Kok Kendor, Padahal Industri Lagi Nge-Gas? Cekidot!

Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) nih, salah satu pemain gede di industri semen Tanah Air. Tapi kok, data penjualan terbarunya bikin dahi lu mengernyit? Padahal industri semen lagi auto gaspol, tapi INTP malah keliatan keteteran. Yuk, kita bedah bareng kenapa performa raksasa semen ini kok bisa kalah jauh.

Penjualan INTP Kendor, Kenapa Gak Se-Gaspol Industri?

Laporan volume penjualan INTP selama lima bulan pertama 2026 (5M26) nunjukkin angka yang bikin mikir:

  • Volume penjualan semen INTP cuma tumbuh +3% YoY.
  • Bandingin sama pertumbuhan volume penjualan se-industri yang melesat +10% YoY. Jauh banget kan?
  • Padahal, di periode yang sama tahun 2025 (5M25), INTP masih catat minus -2% YoY. Jadi, walau ada kenaikan, tetap aja kalah telak dari kompetitor.

Market Share INTP Terus Menciut, Ada Apa?

Akibatnya, porsi pasar alias market share INTP juga ikutan loyo. Dari yang awalnya 29,6% di 5M25, terus turun jadi 28% di 3M26, dan sekarang di 5M26 malah nyungsep ke angka 27,8%. Trend-nya terus menurun, bro! Ini jelas jadi sinyal buat investor.

Semen Kantong dan Curah: Siapa yang Bikin Lesu?

Kalo kita bedah lebih dalem, segmen semen kantong (bag) jadi biang kerok utama yang bikin penjualan INTP keteteran. Penjualan semen kantong mereka cuma naik +2% YoY, sementara industri di segmen ini naik +10% YoY. Untuk semen curah (bulk), INTP naik +5% YoY, tapi tetap aja kalah sama industri yang naik +9% YoY.

Strategi INTP: Harga Naik, Volume Kendor?

Manajemen INTP ngasih penjelasan, pertumbuhan yang lebih lambat ini karena mereka terus naikin harga jual rata-rata semen. Tujuannya buat ngekompensasi kenaikan biaya bahan bakar yang auto ngegas, terutama buat produk semen kantong.

Fokus Brand Premium: Jurus Jitu atau Bumerang?

Dari earnings call Q1 2026, manajemen INTP udah ngasih sinyal bakal membatasi porsi penjualan “fighting brand” mereka di kisaran 25-30% dari total penjualan. Padahal, kompetitor lain mungkin aja punya porsi fighting brand yang lebih tinggi dari itu. Ini jurus buat ngejaga margin atau strategi jangka panjang buat fokus di segmen premium ya? Menurut lu gimana?

INTP saat ini lagi di persimpangan jalan nih, antara ngejar volume penjualan atau ngejaga profitabilitas di tengah kenaikan biaya produksi. Mana yang bakal jadi prioritas utama doi ke depan, kita tunggu aja pergerakannya!

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x