Kabar Pasar

Kinerja Grup Adaro: Sorotan ke Tahun 2024 yang Penuh Tantangan

Grup Adaro baru saja merilis laporan kinerja mereka untuk tahun 2024, dan beberapa angka yang terpampang cukup menarik perhatian. Yuk, kita rincikan satu per satu berdasarkan emiten yang terlibat:

Adaro Andalan Indonesia (AADI)

AADI mencatatkan laba bersih sebesar 1,21 miliar dolar AS sepanjang tahun ini, dengan pertumbuhan signifikan sebesar 5,9% YoY. Meski angka ini sedikit di bawah ekspektasi yang kami proyeksikan sebelumnya (94,8% dari estimasi), namun hasilnya masih sejalan dengan konsensus pasar (98,3%).

  • Data Kinerja AADI untuk kuartal 4 tahun 2024 sulit ditarik, sebab tidak ada data dari kuartal 3. Hal ini karena AADI masih terintegrasi dalam Alamtri Resources Indonesia (ADRO).

  • Pertumbuhan laba ini didorong oleh kenaikan pendapatan lain-lain yang tercatat mencapai hampir 30x lipat menjadi 339 juta dolar AS, termasuk keuntungan 322,9 juta dolar AS dari penjualan saham di Adaro Minerals Indonesia (ADMR).

  • Di sisi operasional, pendapatan AADI mengalami penurunan sebesar -10,1% YoY akibat penurunan harga jual rata-rata sebesar -16,5% YoY, meski volume penjualan tumbuh 7,4% YoY. Ini berimbas pada menurunnya margin laba kotor ke level 27,6% (bandingkan dengan 29,2% tahun lalu).

  • Untuk tahun 2025, AADI menetapkan target volume penjualan batubara termal sebesar 65-67 juta ton, menurun 1,6-4,5% dibanding realisasi 2024. Mereka juga mengalokasikan capex sekitar 250-300 juta dolar AS untuk mendukung kegiatan operasional.

Alamtri Resources Indonesia (ADRO)

ADRO melaporkan laba bersih sebesar 1,38 miliar dolar AS untuk tahun 2024, mengalami penurunan -15,9% YoY, namun hasil ini sesuai dengan ekspektasi konsensus (102,5%).

  • Data kinerja kuartalan dan tahunan ADRO pada kuartal 4 tahun 2024 tidak dapat dihasilkan karena tidak ada data proforma dari kuartal 3 yang terintegrasi dengan AADI.

  • Pendapatan ADRO merosot karena hilangnya control atas AADI, menyebabkan -23,5% YoY dari pendapatan operasi yang dihentikan. Tanpa memasukkan laba dari AADI, laba bersih ADRO hanya turun -2,4% YoY.

  • Tahun 2025 menjadi tahun penting bagi ADRO dengan penetapan target penjualan batubara yang lebih stabil, meskipun ada tantangan dari sisi harga dan biaya operasional, yang menyebabkan margin laba usaha turun menjadi 35,3% (2023: 36,2%).

Adaro Minerals Indonesia (ADMR)

ADMR berhasil mencatat laba bersih sebesar 105 juta dolar AS pada kuartal 4 tahun 2024. Meskipun ini mencerminkan kenaikan 25,8% QoQ, namun ada penurunan -45,1% YoY.

  • Peningkatan laba pada kuartal ini didorong oleh kenaikan pendapatan sekitar 33,9% QoQ, meski dengan penurunan harga batubara.

  • Sama seperti AADI dan ADRO, ADMR juga menghadapi tantangan di tahun 2025. Mereka menargetkan volume penjualan batubara metalurgi sebesar 5,6-6,1 juta ton, dengan capex yang dialokasikan sekitar 300-325 juta dolar AS.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, kinerja grup Adaro di tahun 2024 menunjukan beberapa angka yang campur aduk. Ada pertumbuhan yang signifikan di beberapa aspek, tetapi juga tersimpan tantangan yang perlu dihadapi. Dengan target yang dicanangkan untuk tahun 2025, kelangsungan keberlanjutan bisnis grup Adaro terletak pada seberapa baik mereka bisa beradaptasi dengan fluktuasi harga batu bara dan kondisi pasar global. Kita lihat saja bagaimana mereka akan bergerak ke depan!

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x