Inspirasi Investasi

PP 19 Tahun 2026 Bikin Danantara Makin Beringas: Ini Efeknya ke Saham BUMN, Wajib Tahu!

Pemerintah baru aja ngeluarin amunisi baru, yaitu PP Nomor 19 Tahun 2026. Isinya soal pelebaran ruang gerak Danantara. Nah, yang bikin geger nih, kira-kira apa aja ya efeknya ke saham BUMN yang kita pegang? Bakal auto cuan atau malah bikin deg-degan?

Di PP anyar itu, Danantara dikasih beberapa kewenangan tambahan yang bikin dia makin powerfull. Yuk, kita bedah satu per satu biar nggak ketinggalan info!

Danantara Auto Power Up: Ini 6 Kewenangan Barunya!

Kepo kan apa aja yang bikin Danantara makin perkasa? Nih, gue kasih bocoran 6 poin utamanya:

  1. Jatah Dividen Makin Jelas: Sekarang, Danantara bisa ngelola dividen BUMN sesuai porsi kepemilikan sahamnya. Dulu belum ada penegasan detail gini, sekarang sih udah makin gamblang.
  2. Bikin Holding Baru Gaspol: Danantara bisa banget bentuk holding baru sesuai kebutuhan. Mau bikin Holding Investasi Komersial buat ngejar profit, Holding Investasi Pembangunan Nasional buat program pemerintah, Holding Operasional, atau holding khusus lain, semua bisa! Artinya, Danantara ini posisinya udah kayak super holding yang ngatur banyak kendaraan investasi dan operasional. Ngeri kan?
  3. Hapus Buku & Hapus Tagih BUMN Sah: Nah, ini penting. Danantara sekarang bisa setujui hapus buku dan hapus tagih aset-aset BUMN, asalkan usulannya datang dari holding investasi atau operasional. Mantul banget buat bersih-bersih aset.
  4. Pinjam Duit & Agunin Aset? Bisa Aja! Dengan persetujuan Presiden, Danantara bisa ngasih pinjaman atau ngegunain aset BUMN sebagai agunan. Ini buka jalan buat Danantara main di struktur pembiayaan. Tapi tenang, ada gatekeeper-nya dari Presiden. Semoga sih nggak nge-repo saham BUMN sembarangan ya.
  5. Jadi Penjamin Holding Investasi: Danantara juga bisa jadi penjamin buat holding investasi, tapi harus ada persetujuan dari Dewan Pengawas. Ini krusial banget pas Danantara lagi cari pendanaan atau transaksi gede yang butuh jaminan pinjaman.
  6. Holding Pembangunan Nasional Jadi Alat Fiskal: Holding ini bisa banget dapet penyertaan modal negara dan langsung jadi BUMN alat fiskal. Artinya, perannya makin strategis buat ngedukung program pemerintah.

Efek PP Baru ke Kinerja Saham BUMN: Waktunya “Asset Unlocking”?

Dengan perluasan wewenang ini, jelas banget Danantara punya peluang gede buat ngoptimalkan aset dan bentuk holding-holding baru buat ngeberesin beberapa BUMN. Apalagi, belakangan santer banget kabar beberapa BUMN gede disuruh spin-off anak usaha yang nggak nyambung sama bisnis utamanya, kayak Pertamina misalnya.

Makanya, beberapa saham BUMN ini berpotensi kena efek langsung dari power Danantara yang makin melebar:

BUMN Karya: Merger & Akuisisi Kapan Nih?

Proses restrukturisasi, akuisisi, atau merger BUMN karya yang selama ini ketunda bisa makin gercep nih. Dulu, pas masih di bawah Kementerian BUMN, Erick Thohir udah nyiapin rencana gila-gilaan, tapi sempat mandek gara-gara pengalihan ke Danantara. Sekarang? Prosesnya bisa lebih cepet kalau emang mau digas.

Re-rating Buat BUMN Agenda Asset Unlocking

Ada potensi re-rating saham BUMN yang masuk daftar asset unlocking. Belakangan ini banyak banget rumor divestasi dan akuisisi-merger buat nguatin aset-aset di bawah BUMN:

  • ELSA pernah diisukan merger sama PT Pertamina Drilling Service Indonesia. Sayangnya, rumor di 2024 itu lenyap gitu aja.
  • TUGU juga dikaitkan sama rencana Pertamina spin-off bisnis asuransinya. Selain TUGU, Pertamina juga punya PT Perta Life Insurance.
  • TLKM udah duluan proses spin-off aset fiber optik mereka. Dari cuma buat internal, sekarang bisa dimonetisasi buat nambah pendapatan. Cuan banget!
  • GIAA, GMFI, dan Angkasa Pura udah kolaborasi buat ngoptimalkan aset Angkasa Pura demi pertumbuhan bisnis GMFI yang lebih efisien via right issue di akhir 2025.

Holding Investasi Komersial: Sinyal Positif buat Pasar Saham?

PP ini nyebutin kalau holding investasi komersial bakal murni dijalankan sama PT Danantara Investment Management. Ini selaras sama aksi Danantara yang udah akuisisi 3 perusahaan aset manajemen milik bank BUMN, yaitu PT BRI Manajemen Investasi, PT Mandiri Manajemen Investasi, dan PT BNI Aset Management senilai Rp2,3 triliun pada April 2026. Bakal jadi penopang bisnis investasi komersial murni nggak ya? Kita tunggu aja.

Dengan perluasan holding ini, Danantara punya ruang gede buat jadi liquidity provider di saham Indonesia. Bisa jadi game changer nih!

Holding Pembangunan Nasional: Jadi Alat Fiskal Pemerintah?

Holding ini bisa banget jadi alat fiskal pemerintah. Program-program prioritas kayak:

  • Makan Bergizi
  • Koperasi Merah Putih
  • Program 3 Juta Rumah

Bisa jadi target Danantara. Contohnya, ada rencana pengalihan perusahaan ultra mikro PNM di bawah BBRI ke Menteri Keuangan. Skemanya bisa jadi PNM sebagai anak BBRI bakal dijadiin alat fiskal buat pembangunan nasional. BBRI ikut atau nggak? Masih tanda tanya.

Selain itu, BBTN yang punya eksposur gede di program 3 juta rumah juga bukan nggak mungkin masuk bagian Holding Pembangunan Nasional ini. Lalu, program DME dari PTBA dan Jargas dari PGAS juga berpotensi jadi penugasan nasional. DME PTBA sih masih tahap kajian, keekonomiannya masih dipertanyakan. Tapi, PGAS dengan program jargasnya udah jalan dan potensinya bisa makin diperluas.

Terus, GOTO? Bisa aja masuk nih. Tapi, agak rancu tujuannya. Apakah masuk penugasan buat nekan margin keuntungan aplikasi ride-hailing, atau malah dianggap transaksi investasi komersial karena mengakuisisi perusahaan swasta? Kita lihat aja nanti.

Laba BUMN Kena Sodot Buat Danantara?

Ini yang bikin investor khawatir: laba BUMN berpotensi terus disedot buat biayain kebutuhan Danantara. Sumber pendapatan Danantara terbesar kan dari dividen Pertamina, 3 bank gede (BBRI, BMRI, BBNI), serta perusahaan tambang batu bara dan mineral (PTBA dan ANTM).

Artinya, dividen bisa tetep menarik selama laba bersih emiten-emiten itu nggak anjlok. Tapi, kalau porsi dividen payout ratio dijaga di atas 80 persen, potensi unlocking value saham BUMN bisa jadi makin sulit. Kecuali, likuiditas saham BUMN ditopang sama Danantara.

Danantara Lagi Cari Modal: Lembaga Rating Kasih Outlook Negatif?

Eh, ada kabar Danantara mau terbitin obligasi senilai $5 miliar AS atau sekitar Rp89,5 triliun! Bocor alusnya, mereka udah ngatur pertemuan sama investor terpilih dan nunjuk Citibank, DBS, HSBC, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered sebagai lead arranger sekaligus penjamin emisi obligasinya.

Tapi, obligasi Danantara ini dapet peringkat Baa2 dengan Outlook negatif dari Moody’s. Buruk nggak sih rating segini?

Menurut Moody’s, rating Baa2 dengan Outlook negatif itu sesuai sama indikator peringkat utang Indonesia yang juga Baa2. Jadi, sejalan gitu.

Tingkat rating itu dikasih berdasarkan:

  • Belum ada penilaian kredit dasar karena ini obligasi perdana Danantara.
  • Rekam jejak terbatas karena Danantara baru didirikan tahun lalu.
  • Nggak ada operasional mandiri yang signifikan, Danantara kan sifatnya pengelola aset.
  • Punya keterkaitan kuat sama pemerintah Indonesia.

Meski begitu, Danantara diperkirakan bakal dapet peringkat BBB dari S&P dan BBB dari Fitch. Jadi, jangan panik dulu ya!

Kesimpulan: Momentum Booming Saham Indonesia Bakal Kejadian?

Kalau kita mau berspekulasi, ada potensi gede buat aksi-aksi korporasi di saham BUMN seiring meluasnya wewenang Danantara. Tapi, pergerakan harga saham bakal tergantung banget sama gimana inflow asing masuk lagi buat ngegerakin harga lebih agresif. Atau, kalau ada transaksi masif (baik frekuensi maupun volume) dari holding investasi komersial Danantara.

Jadi, dari narasi ini, potensi momentum booming saham Indonesia bisa terjadi kalau:

  • Danantara jadi liquidity provider sekaligus ikutan masuk market buat nyari cuan. Holding investasi komersial ini juga bisa investasi ke swasta buat nambah profit.
  • Perusahaan asuransi dan dana pensiun mulai ngelirik dan nambah porsi di saham-saham yang udah murah.
  • Ada inflow asing dan normalisasi bobot pasar saham Indonesia oleh MSCI.

Siap-siap pantau terus ya pergerakan pasar modal Indonesia!

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x