Revisi Guidance UNTR: Apa Kabar Saham United Tractors?
Manajemen United Tractors (UNTR) baru aja bikin pengumuman penting di earnings call akhir April lalu. Mereka resmi revisi turun target operasional 2026 buat semua lini bisnis, lur. Ini bukan kabar baik-baik amat, apalagi gara-gara kuota produksi RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) batu bara dan nikel dipangkas.
Kenapa UNTR Pangkas Target? Gara-gara RKAB!
Penurunan kuota RKAB jadi alasan utama UNTR nge-cut proyeksi mereka. Ini langsung berdampak ke target penjualan alat berat Komatsu, volume pengupasan lapisan tanah (overburden), sampai penjualan komoditas utama kayak batu bara, emas, dan nikel.
Detail Revisi Guidance UNTR 2026 yang Wajib Lu Tahu:
- Penjualan Komatsu: Target jadi 4.000 unit (sebelumnya 4.300-4.500 unit). Realisasi 2025 aja nyentuh 4.515 unit, lho.
- Volume Overburden: Turun jadi 900 juta bcm (sebelumnya 1,1 miliar bcm). Padahal, 2025 udah nyampe 1,1 miliar bcm.
- Stripping Ratio: Diproyeksi di level 7,1x (2025: 7,4x).
- Penjualan Batu Bara (PT Tuah Turangga Agung): Melorot drastis jadi 7,5 juta ton (sebelumnya 15 juta ton). Realisasi 2025 aja 11,6 juta ton.
- Penjualan Emas: Cuma 82 ribu oz (2025: 228 ribu oz). Lumayan jauh bedanya, kan?
- Penjualan Nikel: Ditargetkan 1,2 juta wmt (sebelumnya 1,5-2 juta wmt). Realisasi 2025 bahkan nyentuh 2,1 juta wmt.
Ada Harapan Gak Sih Buat UNTR?
Meski target dipangkas, manajemen UNTR kasih sinyal positif nih. Mereka ngomong ke pemerintah dan asosiasi terkait, katanya ada potensi relaksasi kuota RKAB batu bara dan nikel.
Peluang Relaksasi RKAB: Bisa Ngajuin Lagi!
Nantinya, UNTR bisa ngajuin RKAB kedua. Kemungkinan ini bisa mulai Mei atau Juni 2026. Nah, ini bisa jadi angin segar kalau beneran kejadian, bro. Pasti bakal ngaruh ke kinerja UNTR dan harga sahamnya.
Jadi, meskipun sekarang ada revisi turun, peluang relaksasi RKAB ini patut lu pantau terus. Jangan cuma liat yang minusnya doang, potensi positif juga penting!

