Kabar Pasar

Signal Himbara Wajib Beri Pendanaan Program 3 Juta Rumah

Hai, Sobat Keuangan! Ada kabar menarik dari dunia properti yang patut kamu simak. Ketua Satuan Tugas Perumahan sekaligus adik dari Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, seperti memberikan sinyal kalau pemerintah akan mewajibkan himpunan bank milik negara, atau Himbara, untuk memberikan dukungan finansial bagi program ambisius pembangunan 3 juta rumah per tahun.

Di pernyataannya pada Rabu (26/2), Hashim bilang, dia udah dengar kabar bahwa akan ada perintah untuk Himbara agar turut mendukung program ini. Saat ini, aturan terkait hal ini sedang dalam tahap pembahasan di kalangan pejabat pengambil keputusan. Hmm, menarik juga ya?

Bank yang Terlibat dan Harapan Menteri BUMN

Pernyataan ini muncul setelah Menteri BUMN, Erick Thohir, meminta Himbara untuk berperan aktif dalam program pembangunan perumahan nasional. Bahkan, Erick juga berharap agar bank-bank swasta ikut mendukung program ini. Pasalnya, rumah adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.

Di antara bank-bank BUMN, ada salah satu yang sudah siap mendukung program ini, yaitu Bank Tabungan Negara (BBTN). Direktur Utama BBTN, Nixon L. P. Napitupulu, menyatakan mereka berencana menerbitkan obligasi sekitar 10-15 triliun rupiah selama 2025 untuk memenuhi penambahan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Kenaikan Kuota FLPP dan Anggaran Besar

Yang lebih menarik lagi, Nixon juga mengungkapkan bahwa pemerintah memiliki rencana untuk meningkatkan kuota FLPP dari 220.000 unit rumah di tahun 2024 menjadi 800.000 unit rumah di tahun 2025. Memerlukan anggaran fantastis sebesar 80 triliun rupiah untuk program ini. Nah, FLPP ini tidak hanya dijalankan oleh BBTN saja, loh!

Sementara itu, pada tahun 2025, APBN sudah mengalokasikan anggaran sebesar 18 triliun rupiah untuk bantuan likuiditas FLPP, serta menyuntikkan modal kerja kepada PT Sarana Multigriya Finansial. Semua ini demi menyalurkan 220.000 KPR dengan bunga pinjaman 5% untuk tenor 20 tahun. Wow, impactnya besar banget kan?

Dukungan Lain dan Antisipasi Terhadap Risiko

Tak hanya itu, anggota Satuan Tugas Perumahan, Bonny Z. Minang, mengungkapkan bahwa kuota FLPP 2025 sudah ditambah menjadi 420.000 dengan tambahan anggaran yang akan dikucurkan secara bertahap. Kita lihat, wacana keterlibatan Himbara dalam program 3 juta rumah per tahun ini muncul di tengah usaha pemerintah untuk menggenjot subsidi FLPP melalui penerbitan obligasi pemerintah. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengonfirmasi bahwa mereka akan membeli obligasi di pasar sekunder.

Namun, di tengah semua optimisme ini, Hashim juga mengingatkan bahwa jika Himbara diwajibkan untuk terlibat, mereka harus siap menghadapi ketidakpastian terkait margin dan kualitas aset dari pembiayaan program ini, terutama bagi BBRI, BMRI, dan BBNI yang selama ini tidak fokus pada pembiayaan perumahan rakyat.

Penutupan: Harapan untuk Masa Depan

Potensi margin akan bergantung pada banyak faktor seperti suku bunga dan biaya dana. Kualitas aset pun terpengaruh oleh skema pembiayaan yang digunakan. Jadi, kita akan lihat, apakah program ambisius ini bisa terealisasi dengan baik. Oya, berbicara tentang perdagangan hari ini (27/2), BMRI melemah 5,28%, sementara BBRI menyusut 4,97%. Terlihat ya, ada dampak dari semua dinamika ini.

Jadi, bagaimana menurut kamu? Apakah program 3 juta rumah per tahun ini akan berhasil mendorong pertumbuhan sektor perumahan di Indonesia? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya, ya!

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x