Berita Korporasi

TOTL: Melesat Jauh, Kontrak Baru Lampaui Target 2025!

Kabar positif datang dari sektor konstruksi Indonesia. PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) telah menunjukkan performa yang luar biasa, mencatatkan pencapaian signifikan yang menarik perhatian investor dan pelaku pasar. Perusahaan konstruksi terkemuka ini berhasil melampaui target kontrak baru tahun 2025 jauh sebelum waktunya, menandakan momentum pertumbuhan yang kuat dan prospek cerah ke depan.

Kontrak Baru TOTL: Akselerasi Pertumbuhan Melampaui Ekspektasi

Sekretaris Perusahaan Total Bangun Persada, Ibu Anggie S. Sidharta, mengonfirmasi bahwa hingga pertengahan November 2025, nilai kontrak baru yang berhasil diraih TOTL telah mencapai Rp 5,27 triliun. Angka ini tidak hanya impresif, tetapi juga telah melampaui target kontrak baru tahun 2025 yang ditetapkan di angka Rp 5 triliun, dengan kelebihan sekitar +5%.

Pencapaian ini menjadi sorotan utama mengingat lonjakan signifikan dari realisasi kontrak baru sepanjang 10 bulan pertama tahun 2025 (10M25) yang hanya berada di level Rp 2,79 triliun. Akselerasi perolehan kontrak ini mencerminkan kepercayaan pasar yang tinggi terhadap kualitas dan kapasitas TOTL dalam menggarap proyek-proyek strategis, khususnya dari sektor swasta.

Proyeksi Keuangan TOTL 2026: Ambisi Pertumbuhan Berkelanjutan

Menatap tahun 2026, manajemen TOTL telah menetapkan target yang optimistis namun realistis, menunjukkan komitmen kuat terhadap pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika industri konstruksi nasional.

Target Kontrak Baru 2026

Untuk tahun fiskal 2026, TOTL membidik nilai kontrak baru di angka Rp 5 triliun. Target ini menopang dasar pertumbuhan perusahaan untuk proyek-proyek di masa mendatang, memastikan keberlanjutan operasional.

Pendapatan dan Laba Bersih 2026

Target pendapatan untuk tahun 2026 diproyeksikan mencapai Rp 3,8 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan substansial dibandingkan target pendapatan 2025 yang sebesar Rp 3,5 triliun. Sejalan dengan kenaikan pendapatan, target laba bersih TOTL di tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp 350 miliar, melampaui target laba bersih 2025 sebesar Rp 295 miliar. Potensi profitabilitas yang meningkat ini menjadi sinyal positif bagi para pemegang saham dan investor.

Strategi Investasi: Alokasi Capex TOTL 2026

Untuk mendukung target ambisius tersebut, TOTL berencana mengalokasikan belanja modal (Capital Expenditure/Capex) sekitar Rp 10 miliar pada tahun 2026. Investasi ini akan difokuskan pada pengadaan peralatan proyek yang esensial, serta pengembangan perangkat dan perangkat lunak IT. Alokasi ini menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan efisiensi operasional, kapabilitas teknologi, dan daya saing jangka panjang di industri konstruksi yang semakin kompetitif.

Dengan pencapaian kontrak baru yang melampaui target dan proyeksi keuangan yang solid, TOTL memposisikan dirinya sebagai emiten konstruksi yang patut diperhitungkan. Kinerja impresif ini menjadi bukti nyata manajemen yang adaptif dan strategis dalam menghadapi tantangan serta meraih peluang di pasar konstruksi Indonesia.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x