Catatan Jamet

BREN & DSSA Ditendang MSCI

Waduh, lagi-lagi ada kabar bikin jantung investor deg-degan! Saham-saham jumbo kayak BREN dan DSSA dikabarkan bakal ditendang dari indeks MSCI. Loh, kok bisa? Apa dampaknya buat dompet kita dan IHSG?

MSCI Mau Bersih-Bersih Indeks, BREN & DSSA Jadi Korban?

Guys, MSCI itu pengelola indeks global yang cukup berpengaruh. Indeks mereka jadi panduan banyak fund manager gede di seluruh dunia buat investasi. Nah, tanggal 20 April 2024 lalu, MSCI ngumumin kalau mereka mau bersih-bersih saham HSC (High Shareholding Concentration) dari indeksnya. Apa itu HSC? Gampangnya, itu saham-saham yang lebih dari 95% kepemilikannya dikuasain sama orang atau pihak tertentu. Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri udah ngeluarin daftar saham HSC ini awal bulan kemarin.

Kenapa MSCI Nggak Suka Saham HSC?

MSCI ini pengennya saham-saham di indeks mereka itu punya free float alias kepemilikan publik yang tinggi. Kenapa? Biar lebih likuid, alias gampang dibeli-jual dalam volume gede tanpa bikin harga goyang parah. Saham yang free float-nya rendah itu dianggap kurang sehat buat diperdagangkan sama investor global.

BREN & DSSA: Kok Bisa Kena Tendang?

Ternyata, BREN dan DSSA ini masuk kategori saham HSC yang dicurigai MSCI. Sekitar 97% saham BREN itu dipegang sama beberapa pemilik doang. DSSA juga nggak beda jauh, lebih dari 95% sahamnya dikuasai pihak tertentu. Menurut MSCI, struktur kepemilikan kayak gini nggak cocok buat standar mereka.

Efektif mulai tanggal 1 Juni 2024, dua saham ini resmi didepak dari indeks MSCI. Woy, bukan main-main ini, cuy!

Dampak Nyata Keputusan MSCI: Outflow Triliunan Menanti?

Ini dia bagian yang bikin dag dig dug! Dengan dikeluarkannya BREN dan DSSA dari indeks MSCI, diperkirakan bakal ada outflow atau dana asing yang cabut sampai Rp 15 triliun! Gila kan?

  • Estimasi outflow BREN: Sekitar Rp 6 triliun.
  • Estimasi outflow DSSA: Sekitar Rp 9 triliun.

Kenapa bisa sebesar itu? Gini lho, fund manager global yang ngikutin indeks MSCI itu wajib jual saham yang keluar dari indeksnya. Jadi, mau nggak mau, mereka harus lepas BREN dan DSSA dari portofolio mereka.

Saham Lain Ikut Kena Getah?

Yang lebih bikin nyesek, saham-saham Indonesia lain yang potensial masuk indeks MSCI kayak BUMI, ADRO, atau bahkan CDIA dan PTRO, sementara ini jadi ketahan. Belum ada tambahan saham Indonesia yang bisa masuk MSCI gara-gara kasus ini.

Intinya Gimana, Bosque?

Keputusan MSCI ini bukan soal sahamnya bagus atau jelek ya, tapi murni soal likuiditas dan struktur kepemilikan. Saham dengan free float rendah dianggap punya risiko manipulasi harga yang lebih tinggi dan kurang menarik buat investor institusi besar.

Dalam jangka pendek, buat saham yang terdampak, yaitu BREN dan DSSA, volatilitas harga bisa parah banget. Terus, buat IHSG secara keseluruhan, ada potensi tekanan jual tambahan dari investor asing. Jadi, siap-siap aja IHSG berpotensi goyang. Semoga aja IHSG kita masih bisa bertahan di atas 7.000 ya, biar hati tenang dikit.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x