Keuangan & Outlook Saham GOTO
GOTO 2025: Laporan Udah Rilis, Gak Terlalu Ambyar
GOTO baru aja keluarin laporan keuangan full year 2025, gengs. Hasilnya? Ehh, nggak seburuk yang banyak orang kira, bosku. Tapi ya, ceritanya masih campur aduk, nih. Core GTV (Gross Transaction Value) GOTO itu tembus Rp124 triliun. Gila, naik dari tahun sebelumnya! Artinya, user makin banyak, transaksi makin sat-set!
Pendapatan Melesat, Pengeluaran Mulai Ditahan
Total pendapatan GOTO melonjak jadi Rp18,38 triliun, naik 24%. Mantap! Paling gede masih dari On-Demand Service (Gojek, GoFood, dll) Rp12,36 triliun. Terus, fintech (GoPay, GoPayLater) nyumbang Rp5,19 triliun. Bisnis lending-nya naik hampir dua kali lipat, cuy! Emang orang Indonesia doyan pinjol, jadi GOTO ikut gercep di sektor itu. Sementara e-commerce sekitar Rp800 miliar.
Nah, yang bikin senyum, beban operasional cuma naik 3% jadi Rp18,7 triliun. Artinya? GOTO udah mulai jago ngerem pengeluaran. Marketing, riset produk, semua udah diatur lebih efisien. Imbasnya, EBITDA GOTO tembus Rp2 triliun, melonjak 544%! Lewat dari target perusahaan, bro. Ini itu laba operasional murni, sebelum potongan ini itu.
Tapi ya, setelah semua dikurangi, rugi bersih masih Rp1,18 triliun. Eits, jangan panik! Ini jauh lebih baik dari rugi Rp5 triliun di 2024. Jadi, masih minus, tapi nggak senyungsep dulu.
GRAB vs. GOTO: Duel Super-App & Isu Merger Bikin Hati Deg-Degan
Sekarang ngintip kompetitor abadi: GRAB. Mereka juga udah rilis laporan dan udah profit, gengs. Market cap-nya aja 4 kali lipat GOTO. Laba bersih GRAB kalau dirupiahin sekitar Rp3 triliun. Jelas, GRAB masih jadi lawan berat buat GOTO.
Kemarin sempet heboh isu merger GOTO sama GRAB. Katanya GRAB mau akuisisi. Tapi pemerintah juga pengen punya kontrol, lewat skema “golden share” Danantara. KPPU sendiri belum terima notifikasi apa-apa. Bos GOTO, Hans Patuwo, bilang merger bukan prioritas utama. GOTO lebih fokus genjot kinerja. Jadi, ceritanya masih tarik ulur, kayak main layangan.
Kalau merger beneran kejadian? Saham GOTO bisa ketarik naik sama GRAB yang udah sehat. Harga Saham GOTO bisa langsung melonjak, level 80-100an mah kecil. Tapi kalau nggak jadi? Ya, balik lagi ke kinerja GOTO sendiri, dong.
Jalan GOTO Menuju Cuan: Mampukah Bangkit Tanpa Bantuan?
GOTO punya target EBITDA 2026 di Rp3,2-3,4 triliun. Kalau beneran tercapai, bro, GOTO mungkin akhirnya bisa cuan! Tapi jangan halu sahamnya langsung balik ke 400, ya.
Meskipun GOTO ini super-app terkuat di Indonesia, jalan keluar dari jurang finansialnya masih panjang. Ada risiko kompetisi ketat sampai sentimen global yang bisa bikin goyah. Manajemen GOTO kelihatan optimis banget dengan target agresifnya, kayak nunjukkin mereka serius mau ngebut.
Gimana Menurut Lu, Investor GOTO?
Lu optimis kaga GOTO bakal melaju kenceng? Share pendapat lu di kolom komentar, yuk!
