2.3 Lot, Bid, Ask

Kalau kita mau transaksi saham tapi belum paham apa itu lot, bid, dan ask, ibaratnya kita mau nyetir mobil tapi belum tahu mana gas mana rem. Bisa jalan? Bisa. Tapi siap-siap deg-degan.

Di market, tiga istilah ini adalah bahasa paling dasar dalam mekanisme perdagangan saham. Tanpa paham ini, kita gampang panik, salah pencet, atau nyalahin “bandar” padahal kita sendiri yang belum ngerti mekanismenya.

Yuk kita bedah pelan-pelan.


1️⃣ Lot Itu Apa?

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham tidak dibeli per lembar, tapi per lot.

1 Lot = 100 Lembar Saham

Artinya:

  • Kalau harga saham Rp1.000

  • Kita beli 1 lot

  • Maka uang yang keluar = 100 × Rp1.000 = Rp100.000 (belum termasuk fee)

Kenapa dibuat sistem lot?

Supaya:

  • Transaksi lebih terstandarisasi

  • Tidak terlalu “remeh” per lembar

  • Market lebih rapi dan likuid

Jadi kalau kita lihat di app sekuritas, jumlah yang kita input itu adalah jumlah lot, bukan lembar.


2️⃣ Bid Itu Apa?

Bid = Harga antrian beli.

Artinya:
Itu adalah harga yang orang siap bayar untuk membeli saham tersebut.

Misalnya di order book kita lihat:

LotBidAskLot
5.0009609658.000
6.0009559705.500
7.2009509755.000
4.6009459804.000

Berarti:

  • Ada yang mau beli di harga 960 sebanyak 5.000 lot

  • Ada yang mau beli di harga 955 sebanyak 6.000 lot

  • dst…

Semakin tebal bid → semakin banyak yang ngantri beli → biasanya jadi area support jangka pendek.


3️⃣ Ask Itu Apa?

Ask (Offer) = Harga antrian jual.

Artinya:
Itu adalah harga dimana orang siap melepas sahamnya.

Contoh:

LotBidAskLot
5.0009609658.000
6.0009559705.500
7.2009509755.000
4.6009459804.000

Artinya:

  • Ada yang mau jual di 965 sebanyak 8.000 lot

  • Ada yang mau jual di 970 sebanyak 5.500 lot

Semakin tebal offer → semakin banyak tekanan jual di situ.


4️⃣ Fraksi Harga & Spread

Fraksi harga adalah satuan perubahan minimum harga saham.

Berikut adalah detail fraksi harga di BEI:
  • < Rp200: Fraksi Rp1
  • Rp200 – Rp500: Fraksi Rp2
  • Rp500 – Rp2.000: Fraksi Rp5
  • Rp2.000 – Rp5.000: Fraksi Rp10
  • > Rp5.000: Fraksi Rp25

Contoh:

  • Jika harga saham Rp450, maka harga selanjutnya Rp452

  • Jika harga saham Rp6.000, maka harga selanjutnya Rp6.025

Spread = Selisih antara bid tertinggi dan ask terendah.

Tidak semua fraksi harga selalu terisi bid dan ask, terutama di saham yang kurang liquid perdagangannya.

Contoh:

LotBidAskLot
300950970200
100935975500
20093098550
600900990100
  • Bid tertinggi: 950

  • ask terendah: 970

Spread = 20 poin. Terdapat kekosongan di 955, 960, 965

Semakin kecil spread (paling kecil = fraksi harga):
✔ Saham biasanya lebih likuid
✔ Lebih gampang keluar masuk
✔ Risiko “nyangkut” karena kesulitan jual lebih kecil

Semakin lebar spread:
⚠ Biasanya saham kurang likuid
⚠ Bisa susah keluar
⚠ Gerakan bisa lebih liar/volatil


5️⃣ Kenapa Kita Harus Paham Ini?

Karena setiap kali kita pencet buy atau sell, ada dua kemungkinan:

  • Kita langsung hajar harga ask (kalau beli) atau bid (kalau jual), maka transaksi langsung terjadi

  • Kita ikut ngantri di bid atau ask yang ada, maka transaksi akan terjadi sesuai antrian kalo ada lawannya

Kalau kita asal pencet tanpa paham order book:

  • Bisa beli lebih mahal dari yang kita kira

  • Bisa jual lebih murah karena panik

Dan seringnya, orang yang belum paham bid-ask gampang merasa:

“Kok harga langsung turun setelah gue beli?”

Padahal ya… mungkin kita beli di harga ask, dan harga terakhir atau transaksi selanjutnya di harga bid.


6️⃣ Ilustrasi Simpel Biar Kebayang

Bayangin pasar tradisional.

  • Ada pembeli bilang: “Gue berani beli Rp990.” → itu bid

  • Ada penjual bilang: “Gue jual Rp1.000.” → itu ask

Kalau pembeli mau ikut harga penjual → transaksi terjadi di 1.000
Kalau penjual mau turunin harga → transaksi terjadi di 990

Market saham kerjanya persis kayak itu. Cuma lebih cepat dan digital.


7️⃣ Kesalahan Umum Pemula

Beberapa kesalahan yang sering kita lakukan:

  • ❌ Beli dengan market order (hajar kanan) di saham sepi

  • ❌ Nggak cek ketebalan antrian bid/ask

  • ❌ Nggak sadar spread terlalu lebar

  • ❌ FOMO tanpa lihat struktur order book

Padahal kadang bukan sahamnya yang jahat. Kita saja yang belum ngerti mekanismenya.


Kesimpulan: Ini Bukan Cuma Istilah, Ini Mekanisme Market

Lot, bid, dan ask bukan teori doang.
Ini adalah elemen pergerakan harga.

Kalau kita sudah paham ini:

  • Kita lebih tenang

  • Lebih sadar posisi

  • Nggak gampang panik

Karena sebelum belajar indikator ribet atau analisis makro, kita harus paham dulu bagaimana transaksi itu terjadi.

Dan di market, yang bertahan bukan yang paling pintar.
Tapi yang paling paham cara mainnya.

5 2 votes
Post Rating
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x