
3.2 Beli Saham Pertama Kali
Banyak orang udah ngikutin chart tiap hari, update story soal IHSG, debat soal bandar… tapi belum pernah klik tombol “BUY” seumur hidupnya.
Kalau masih di fase itu, santai. Semua orang pernah jadi pemula. Yang penting hari ini kita naik level.
Di halaman ini, kita bahas cara beli saham pertama kali dengan simpel dan realistis.
Pastikan Kita Sudah Punya Rekening Saham
Sebelum beli saham, tentu kita harus punya akun di sekuritas resmi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Kalau rekening sudah aktif, deposit dulu, jangan cuma niat. Mulai dari Rp100.000 pun juga bisa.
Saldo sudah masuk, baru kita siap tempur.
Ingat:
Di saham, pengalaman pertama jauh lebih penting daripada nominal pertama.
Pilih Sahamnya (Jangan Asal Pencet)
Sebelum beli, kita harus tahu:
Ini saham perusahaan apa?
Bisnisnya ok nggak?
Sekedar hype atau memang bagus?
Kita beli buat trading atau investasi?
Untuk pembelian pertama, biasanya lebih aman belajar dari saham kategori blue chip, yang likuid dan jelas bisnisnya.
Karena kita bukan lagi cari jackpot. Kita lagi belajar mekanisme.
Kenali Tampilan Order Book

Di aplikasi sekuritas, kalau kita cari atau klik suatu saham, biasanya kita akan lihat yang namanya “Order Book”:
Bid → antrian beli
Offer → antrian jual
Lot → 1 lot = 100 lembar saham
Misalnya harga saham Rp4.350.
Kalau kita beli 1 lot:
Rp4.350 x 100 = Rp435.000 (belum termasuk fee dan pajak)
Simpel kan?
Yang bikin panik biasanya bukan sistemnya.
Tapi pikiran kita sendiri.
Klik Buy
Biasanya ada dua tipe order:
Market Order
Kita beli langsung di harga terbaik yang tersedia.
Limit Order
Kita tentukan sendiri mau beli di harga berapa.
Untuk pembelian pertama, lebih disarankan coba pakai Limit Order supaya kita sadar penuh di harga berapa kita masuk.
Contoh:
Kita maunya beli di harga 4.350
Klik “Beli”, pastikan “Akun = Cash” & “Tipe Order = Limit”
Masukkan harga 4.350, masukkan jumlah lot
Klik Beli
Tunggu match
Kalau harga nyentuh 4.350 dan ada yang jual di antrian kita, maka order kita akan tereksekusi.
Bagaimana kalau berubah pikiran dan ingin mengganti harga beli menjadi 4.360 supaya langsung tereksekusi tanpa antri? Selama order yang sudah kita masukkan sebelumnya masih di dalam antrian, bisa kita ubah (amend) atau tarik (withdraw).
Gak harus All In di Transaksi Pertama
“Ah cuma coba-coba”
tapi langsung masukin semua modal
Transaksi pertama itu latihan.
Bukan pembuktian.
Ada baiknya gunakan nominal kecil dulu.
Biasakan diri lihat:
Floating profit
Floating loss
Fee beli & jual
Pergerakan harga harian
Kita lagi melatih mental.
Setelah Kebeli… Terus Ngapain?
Setelah beli saham pertama, biasanya kita akan:
Buka aplikasi tiap 5 menit
Deg-degan lihat merah hijau
Overthinking
Santai.
Tanya ke diri sendiri:
Kita beli untuk apa?
Targetnya apa?
Batas salahnya di mana?
Kalau dari awal kita nggak punya rencana, maka market yang akan “mengatur” kita.
Dan itu bisa bahaya buat mental.
Kesalahan Umum Saat Beli Saham Pertama Kali
❌ Beli karena orang bilang “pasti naik”
❌ Beli karena takut ketinggalan (FOMO)
❌ Beli tanpa tahu kapan mau jual
❌ All in di satu saham
❌ Panik jual karena turun 1–2%
Kalau kita masih emosional di transaksi pertama, itu normal.
Yang nggak normal adalah mengulang kesalahan yang sama berkali-kali.
Realita yang Harus Kita Terima
Beli saham itu teknisnya gampang.
Yang susah itu:
Konsisten
Sabar
Punya sistem
Nggak serakah
Nggak panikan
Klik BUY cuma 3 detik.
Tapi jadi investor yang dewasa?
Itu proses bertahun-tahun.
Transaksi Pertama Itu Bukan Soal Untung
Transaksi pertama bukan soal cuan.
Ini soal:
Kita resmi masuk arena
Kita berhenti jadi penonton
Kita mulai belajar dari pengalaman nyata
Kalau mau jadi serius di dunia saham, kita harus berani mulai.
Kecil nggak masalah.
Yang penting mulai dengan sadar.
Di Akademi Saham Jamet, kita nggak kejar cepat kaya.
Kita kejar naik kelas.
Karena di market, yang bertahan lama…
biasanya bukan yang paling pintar.
Tapi yang paling siap.
